Pagi ini, sebelum berangkat ke kantor, ada beberapa hal terlintas di pikiranku: Makan siang hari ini aku ingin lauk yang istimewa, bukan lauk standar kantor; Ingin naik ojek tetangga untuk berangkat ke kantor; Di kantor ingin bertemu dengan pak Arsa melunasi hutang pembelian air galon tempohari; Dan berharap, ada petugas yang jaga piket di kantor. Sementara, istriku sejak semalam ingin sekali membeli ayam kampung untuk lauk hari ini.
Rencananya, pagi-pagi aku akan mengantar istriku belanja, termasuk ayam kampung tadi, tapi ternyata istriku sedang malas belanja ke pasar. Tak disangka, ternyata di luar kebiasaan, ada tukang sayur lewat depan rumah menawarkan ayam kampung potong. Wah, kebetulan nih (walaupun aku tidak percaya kebetulan) dari semalam memanggil-manggil ayam kampung, rupanya datang sendiri ke rumah. Jadilah aku berangkat ke kantor dengan membawa bekal makan siang: ayam kampung goreng.
Menjelang berangkat ke kantor, aku menelepon tetanggaku yang berprofesi ojek motor, mang Arja, untuk mengantar aku ke kantor, tapi ponselnya tidak aktif. Pikirku, pasti batere ponselnya belum diganti nih, jadi drop terus. Ya sudah, nanti aku ke rumahnya saja. Baru saja aku hendak keluar rumah, mang Arja lewat depan rumah mengantar tabung gas 12 kg ke tetangga tepat depan rumahku. Ya jelas, langsung kupesan mang Arja untuk siap-siap mengantarkanku ke kantor.
Sesampainya di kantor, sudah ada piket yang lebih dahulu datang, jadi sejak pagi kantor sudah ada orang. Tak berapa lama duduk, masuk pak Arsa ke kantorku. Ini dia, tak perlu susah-susah menghubungi, orangnya datang sendiri. Langsung kulunasi utang pembelian air galon seratus ribu rupiah.
Memang benar ya, kalau kita selalu yakin akan pertolongan-Nya, maka seluruh alam semesta akan membantu kita mewujudkannya.
Sore ini, seperti biasa aku akan ke Bandung untuk studi magister di ITB, dan kembali lagi ke kantor hari Rabu, untuk memberi kuliah. Aku sedang bingung bagaimana meminta mobil jemputan pagi-pagi hari Selasa, karena Selasa pagi itu aku harus ikut rapat di UPBJJ-UT Bandung mengenai persiapan ujian akhir semester UT yang diselenggarakan di kantorku. Biasanya, mobil jemputan datangnya Selasa siang atau sore ke Bandung, sekalian mengantar teman sekantor yang kuliahnya hari Rabu. Jadi, aku harus mengatur teman tadi supaya mau berangkat pagi-pagi. Belum sempat aku telepon, teman tadi sudah menelepon aku, meminta tolong agar aku memesankan mobil jemputan Selasa itu, kali ini pagi-pagi sekali, supaya dia jam delapan sudah bisa ke kampus karena kebetulan dia ada kuliah pagi. Beres sudah, tanpa harus bersusah-susah mengatur perjalanan orang, dia sendiri sudah mengaturkannya untukku
Nah, lagi-lagi seperti kebetulan, apa-apa yang aku rencanakan untuk hari ini semuanya terlaksana "hampir" tanpa usaha. Ini yang sering aku sebut "in line". Jika kita in line dengan kehendak kita, maka "alam semesta" akan mengatur dirinya untuk membantu kita mewujudkannya.
No comments:
Post a Comment